Laporan Sosiologi Penelitian Sederhana

“PENINGKATAN KEIMANAN DAN KETAQWAAN

PESERTA DIDIK SMAN 1 CIGOMBONG

MELALUI PENANAMAN BUDAYA ISLAMI DISEKOLAH 

SERTA DAMPAKNYA UNTUK SELURUH SISWA”

DI AJUKAN UNTUK MEMENUHI

SALAH SATU TUGAS MATA PELAJARAN SOSIOLOGI

Di susun oleh :

ABDUL HAMID

NIS. 080910.043

PEMERINTAH KABUPATEN BOGOR

DINAS PENDIDIKAN

SMA NEGERI 1 CIGOMBONG

JL. Mayjen H.R.Edi Sukma No. 297 ( 0251 ) 8221241 Kode Pos 16740

2011

KATA PENGANTAR

 Assalamu’alaikum Wr.Wb

Alhamdulillah Puji dan Syukur penulis panjatkan ke hadirat Allah SWT, zat Yang Maha Indah dengan segala keindahan-Nya, zat yang Maha Pengasih dengan segala kasih sayang-Nya, yang terlepas dari segala sifat lemah semua makhluk-Nya. Alhamdulillah berkat Rahmat dan Hidayah-Nya Penulis dapat menyelesaikan laporan ini yang berjudul”. Peningkatan Keimanan Dan Ketakwaan Peserta Didik SMAN 1 Cigombong, Melalui Penanaman Budaya Islami Di Sekolah Serta Dampaknya Untuk Seluruh Siswa. Yang mana ini akan di ajukan untuk memenuhi salah satu tugas Sosiologi.

 Shalawat serta salam mahabbah semoga senantiasa dilimpahkan kepada Nabi Muhammad SAW, sebagai pembawa risalah Allah terakhir dan penyempurna seluruh risalah-Nya.

Akhirnya dengan segala kerendahan hati izinkanlah penulis untuk menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada semua pihak yang telah berjasa memberikan motivasi dalam rangka menyelesaikan laporan ini. Untuk itu penulis mengucapkan terima kasih kepada:

1.    Bapak Elan Suherlan. S.IP, selaku guru Sosiologi yang telah memberi bimbingan kepada penulis selama ini.

2.    Bapak Ijen Zainal A. yang telah memberikan informasi kepada penulis.

3.    Bapak Syihabudin yang telah memberikan juga informasi kepada penulis.

4.    M. Aldy Kandias yang telah memberikan Informasi dan pendapatnya.

5.    Lilis Sumarni yang juga telah memberikan Informasi dan pendapatnya.

6.    Orang tua yang telah memberi memotivasi sehingga dapat selesai.

7.    Teman-teman seperjuangan yang telah mau untuk saling berbagi dan bertukar informasi sehingga penulis bisa menyelesaikan laporan ini.

Penulis juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang terkait, yang telah membantu penulis dalam menyelesaikan laporan ini. Semoga kebaikan yang diberikan oleh semua pihak kepada penulis menjadi amal sholeh yang senantiasa mendapat balasan dan kebaikan yang berlipat ganda dari Allah Subhana wa Ta’ala.

Amin.

Akhir kata, penulis menyadari bahwa masih terdapat kekurangan dalam laporan ini, untuk itu saran dan kritik yang sifatnya membangun sangat penulis harapkan.

Wassalamu’alaikum Wr.Wb

Penulis

DAFTAR ISI

 

KATA  PENGANTAR

DAFTAR ISI

BAB I        PENDAHULUAN

A.   Latar Belakang

B.   Identifikasi Masalah

C.   Tujuan Penelitian

D.   Kegunaan Penelitiaan

E.   Kerangka Teori

F.    Metode Penelitian

BAB II       PENINGKATAN KEIMANAN DAN KETAQWAAN

BAB III      PENANAMAN BUDAYA ISLAMI

BAB IV     PENINGKATAN KEIMANAN DAN KETAQWAAN

PESERTA DIDIK SMAN 1 CIGOMBONG MELALUI

PENANAMAN BUDAYA ISLAMI DISEKOLAH

SERTA DAMPAKNYA UNTUK SELURUH SISW

BAB V      KESIMPULAN DAN SARAN

A.   Kesimpulan

B.   Saran

DAFTAR PUSTAKA

BAB I

PENDAHULUAN

A.           Latar Belakang

Melihat fenomena kegiatan dan pergaulan siswa-siswi SMAN 1 Cigombong yang kian lama kian memprihatinkan dan kurang memperhatikan dasar keimanan dan ketaqwaan. Maka perlu diadakannya suatu kegiatan yang dapat mendukung serta dapat meningkatkan keimanan dan ketaqwaan siswa-siswi SMAN 1 Cigombong sebagai umat beragama.

Pihak sekolah dan pembina keagamaan dibantu oleh pengurus-pengurus yang lain, mengadakan suatu program atau kegiatan yang mana kegiatan ini di tujukan untuk Meningkatkan Keimanan dan Ketaqwaan siswa-siswi SMAN 1 Cigombong melalui Penanaman Budaya Islami Disekolah, seperti Infak hari Jum’at, Anjuran Busana Muslim-Muslimah, Solat Jum’at, Pengajian Remaja Mesjid, PHBI (Perayaan Hari Besar Islam) dll. Diharapkan sebagian besar siwa-siswi dapat berantusias dalam mengikuti dan menjalankan kegiatan ini dengan baik. Pada kenyataannya tetap masih kurang sekali antusias siwa-siswi dalam mengikuti kegiatan ini yang mana kegiatan ini sangat bersifat positif bagi para siswa-siswi terutama yang beragama islam.

Selain itu, Penanaman Budaya Islami Di Sekolah ini  memiliki arti yang sangat penting dalam upaya Peningkatan Keimanan dan Ketaqwaan dan supaya dapat membentuk kepribadian siswa-siswi di sekolah SMAN 1 Cigombong lebih baik atau berakhlakul karimah dan dapat membandingkan mana yang baik dan mana yang buruk.

B.           Identifikasi Masalah

1.    Kenapa program atau kegiatan Peningkatan Keimanan dan Ketaqwaan melalui Penanaman Budaya Islami Di Sekolah kurang sekali antusias dari siswa-siswi SMAN 1 Cigombong ?.

2.    Bagaimana cara meningkatkan Keimanan dan Ketaqwaan melalui  Penanaman Budaya Islami Di Sekolah yang sangat kurang antusias dari para siswa-siswinya ?

 

C.           Tujuan Penelitian

Penelitian yang dilakukan  ini bertujuan untuk :

1.    Untuk mengetahui tingkat keimanan dan ketaqwaan peserta didik SMAN 1 Cigombong.

2.    Untuk menanamkan budaya islami disekolah.

3.    Untuk mengetahui dampak untuk seluruh peserta didik SMAN 1 Cigombong.

D.           Kegunaan Penelitian

Penelitian yang dilakukan  ini berguna untuk :

1.    Secara Teori

Dapat menanamkan nilai iman dan taqwa dalam peningkatan keimanan dan ketaqwaan melalui Penanaman Budaya Islami Di Sekolah  sesuai dengan Al-Qur’an dan Hadits.

2.    Secara Praktek

Dapat memotivasi siswa-siswi agar mau mengikuti kegiatan Penanaman Budaya Islami Di Sekolah sesuai dengan yang diharapkan.

E.           Kerangka Teori

Iman didefinisikan dengan keyakinan dalam hati, diikrarkan dengan lisan, dan diwujudkan dengan amal perbuatan (Al-Iimaanu ‘aqdun bil qalbi waiqraarun billisaani wa’amalun bil arkaan). Dengan demikian, iman merupakan kesatuan atau keselarasan antara hati, ucapan, dan laku perbuatan, serta dapat juga dikatakan sebagai pandangan dan sikap hidup atau gaya hidup. Sedangkan takwa adalah menjadikan jiwa berada dalam perlindungan dari sesuatu yang ditakuti, kemudian rasa takut juga dinamakan takwa. Sehingga takwa dalam istilah syar’I adalah menjaga diri dari perbuatan dosa.

F.           Metode Penelitian  

Metode penelitian yang digunakan penulis dalam menyusun laporan ini adalah menggunakan metode Deskriptive analisis dan menggunakan teknik wawancara.

 BAB II

PENINGKATAN KEIMANAN DAN KETAQWAAN

A.   PENGERTIAN IMAN

Dalam hadist di riwayatkan Ibnu Majah Atthabrani, iman didefinisikan dengan keyakinan dalam hati, diikrarkan dengan lisan, dan diwujudkan dengan amal perbuatan (Al-Iimaanu ‘aqdun bil qalbi waiqraarun billisaani wa’amalun bil arkaan). Dengan demikian, iman merupakan kesatuan atau keselarasan antara hati, ucapan, dan laku perbuatan, serta dapat juga dikatakan sebagai pandangan dan sikap hidup atau gaya hidup.

B.   PRINSIP – PRINSIP IMPLIKASI PROSES TERBENTUKNYA IMAN

1.    Prinsip pembinaan berkesinambungan

2.    Prinsip internalisasi dan individuasi

3.    Prinsip sosialisasi

4.    Prinsip konsistensi dan koherensi

5.    Prinsip integrasi

C.   TANDA – TANDA ORANG BERIMAN

Al-Qur’an menjelaskan tanda-tanda orang beriman sebagai berikut :

1.    Jika di sebut nama Allah, maka hatinya bergetar dan berusaha agar ilmu Allah tidak lepas dari syaraf memorinya, serta jika di bacakan ayat suci Al-Qur’an, maka bergejolak hatinya untuk segera melaksanakannya (al-Anfal:2).

2.    Senantiasa tawakal, yaitu kerja keras berdasarkan kerangka ilmu Allah, diiringi dengan doa, yaitu harapan untuk tetap hidup dengan ajaran Allah menurut 6.sunnah Rasul (Ali Imran: 120, al-Maidah: 12, al-Anfal: 2, at- Taubah: 52, Ibrahim: 11, Mujadalah: 10, dan at-Thaghabun: 13).

3.    Tertib dalam melaksanakan shalat dan selalu menjaga pelaksanaannya (al- Anfal: 3, dan al-Mu’minun: 2,7).

4.    Menafkahkan rezki yang diterimanya (al-Anfal: 3 dan al-Mu’minun: 4).

5.    Menghindari perkataan yang tidak bermanfaat dan menjaga kehormatan (al- Mu’minun: 3,5)‏

6.    Memelihara amanah dan menepati janji (al-Mu’minun: 6)‏

7.    Berjihad di jalan Allah dan suka menolong (al-Anfal: 74)‏

8.    Tidak meninggalkan pertemuan sebelum meminta izin (an-Nur: 62)‏

D.   CARA MEMPERBAHARUI IMAN

1.    Perbanyaklah menyimak ayat-ayat Al-Quran

2.    Rasakan keagungan Allah seperti yang digambarkan Al-Qur’an dan Sunnah

3.    Carilah ilmu syar’i

4.    Mengikutilah halaqah dzikir

5.    Perbanyaklah amal shalih

6.    Lakukan berbagai macam ibadah

7.    Hadirkan perasaan takut mati dalam keadaan su’ul khatimah

8.    Banyak-banyaklah ingat mati

9.    Mengingat-ingat dahsyatnya keadaan di hari akhirat

10. Berinteraksi dengan ayat-ayat yang berkaitan dengan fenomena alam

11. Berdzikirlah yang banyak

12. Perbanyaklah munajat kepada Allah dan pasrah kepada-Ny

13. Tinggalkan angan-angan yang muluk-mulu

14. Memikirkan kehinaan dunia

15. Mengagungkan hal-hal yang terhormat di sisi Allah

16. Menguatkan sikap al-wala’ wal-bara

17. Bersikap tawadh

18. Perbanyak amalan hati

19. Sering menghisab diri

20. Berdoa kepada Allah agar diberi ketetapan iman

 

TAKWA

A.   PENGERTIAN

Kata takwa (التَّقْوَى) dalam etimologi bahasa Arab berasal dari kata kerja (وَقَى) yang memiliki pengertian menutupi, menjaga, berhati-hati dan berlindung. Oleh karena itu imam Al Ashfahani menyatakan: Takwa adalah menjadikan jiwa berada dalam perlindungan dari sesuatu yang ditakuti, kemudian rasa takut juga dinamakan takwa. Sehingga takwa dalam istilah syar’I adalah menjaga diri dari perbuatan dosa.

B.   TANDA – TANDA ORANG BERTAKWA

  1. Beriman kepada ALLAH dan yang ghaib(QS. 2:2-3)
  2. Sholat, zakat, puasa(QS. 2:3, 177 dan 183)
  3. Infak disaat lapang dan sempit(QS. 3:133-134)
  4. Menahan amarah dan memaafkan orang lain(QS. 3: 134)
  5. Takut pada ALLAH(QS. 5:28)
  6. Menepati janji (QS. 9:4)
  7. Berlaku lurus pada musuh ketika mereka pun melakkukan hal yang sama(QS. 9:7)
  8. Bersabar dan menjadi pendukung kebenaran (QS. 3:146)
  9. Tidak meminta ijin untuk tidak ikut berjihad (QS. 9:44)
  10. Berdakwah agar terbebas dari dosa ahli maksiat (QS. 6:69)

C.   KEUTAMAAN DAN GANJARAN ORANG-ORANG YANG BERTAKWA

  • Diberi jalan keluar serta rezeki dari tempat yang tak diduga-duga(QS. 65:2-3)
  • Dimudahkan urusannya (QS. 65:4)
  • Dilimpahkan berkah dari langit dan bumi (QS. 7:96)
  • Mendapat petunjuk dan pengajaran (QS. 2:2, 5:46, 2:282)
  • Mendapat Furqan (QS. 8:29)
  • Cepat sadar akan kesalahan (QS. 7:201)
  • Tidak terkena mudharat akibat tipu daya orang lain (QS.3:120)
  • Mendapat kemuliaan, nikmat dan karunia yang besar (QS. 49:13, 3:147)
  • Tidak ada kekhawatiran dan kesedihan (QS. 7:35)
  • Sebaik – baik bekal (QS. 2:197)
  • ALLAH bersamanya (QS. 2:194)
  • ALLAH menyukainya (QS. 9:4)
  • Mendapat keberuntungan (QS. 3:200)
  • Diperbaiki amalnya dan diampuni dosanya (QS. 33:70-71)
  • Mendapat rahnmat (QS. 6:155)
  • Tidak disiasiakan pahala mereka (QS. 12:90)
  • Diselamatkan dari api neraka (QS. 19:71-72)
  • Takwa adalah amalan hati dan letaknya di kalbu. “Demikianlah (perintah ALLAH). Dan barang siapa mengagungkan syiar – syiar ALLAH maka sesungguhnya itu timbul dari ketakwaan hati. (QS 22:32).

Keimanan dan ketakwaan seorang muslim adalah kunci agar mendapatkan ridho dan barokah dari Allah swt.

Iman Islam dalam diri seorang muslim harus dibarengi dengan takwa.

Bila seorang muslim percaya dengan keberadaan Allah, maka tentunya ia takut kepada Allah. Itulah yang dinamakan takwa.

D.   IMPLEMENTASI IMAN & TAKWA

Pengaruh iman terhadap kehidupan manusia sangat besar. Berikut ini dikemukakan beberapa pokok manfaat dan pengaruh iman pada kehidupan manusia.

a.    Iman melenyapkan kepercayaan pada kekuasaan benda

b.    Iman menanamkan semangat berani menghadapi maut

c.    Iman menanamkan sikap self help dalam kehidupan.

d.    Iman memberikan ketentraman jiwa

e.    Iman mewujudkan kehidupan yang baik (hayatan tayyibah)‏

f.     Iman melahirkan sikap ikhlas dan konseku

g.    Iman memberikan keberuntungan

h.    Iman mencegah penyakit.

 


BAB III

PENANAMAN BUDAYA ISLAMI

Setelah saya menanyakan kepada Bpk. Syihabudin Yang merupakan  salah satu Guru Pedidikan Agama Islam dan Pembina Keagamaan di SMAN 1 Cigombong, bahwa kurangnya antusias siswa-siswi dalam program atau kegiatan Penanaman Budaya Islami Di Sekolah menurut beliau diantaranya yaitu :

1.    Siswa belum mendapatkan artinya kebenaran tentang infak bahkan semua kegiatan keagamaan, yang mana itu adalah salah satu sarana meningkatkan iman dan taqwa.

2.    Adanya sebagian siswa yang terpengaruhi oleh faktor x dan beranggapan terlalu seringnya infak. (diminta lagi-diminta lagi).

3.    Sebagian siswa merasa terpaksa bila berinfak walaupun ini sarana peningkatan keimanan dan ketaqwaan.

4.    Kurangnya motivasi yang menarik antusias siswa.

Selain itu beliau juga mengatakan bahwa untuk merubah sikap seseorang itu tidak mudah, tak semudah membalikan telapak tangan. Tetapi ini semua kembali lagi pada individu atau pribadi mereka masing-masing.

Akan tetapi lain lagi dengan pandangan dan pendapat Bpk. Ijen Zainal A. Yang masih merupakan  salah satu Guru Pedidikan Agama Islam dan Pembina Remaja Mesjid, bahwa kurangnya antusias siswa-siswi dalam program atau kegiatan Penanaman Budaya Islami Di Sekolah diantaranya yaitu :

1.    Kurangnya minat siwa di bidang ini.

2.    Sibuknya siswa mengikuti kegiatan yang lain.

3.    Tidak ada kebijakan politis / peraturan yang mewajibkan siswa mengikuti semua kegiatan itu, karena ini sifatnya hanya memilih.

Selain dari pendapat Bpk. Syihab dan Bpk. Ijen penulis juga meminta pendapat dari para ketua Remaja Mesjid yang mana mereka ini telah di beri amanah untuk memimpin salah satu organisasi keagamaan di SMAN 1 Cigombong yang merupakan tempat atau sarana Peningkatan Keimanan dan Ketaqwaan, untuk Laki-laki yaitu Saudara M. Aldy Kandias selaku ketua IREMA dan untuk Putri Saudari Lilis Sumarni selaku ketua ANNISA.

Menurut pendapat M. Aldi Kandias selaku ketua IREMA kurangnya antusias siswa-siswi dalam Penanaman Budaya Islami Di Sekolah sebagai sarana peningkatan keimanan dan ketaqwaan  bahwa siswa-siswi di SMAN 1 Cigombong kesadarannya kurang terutama dalam bidang ilmu agamanya sudah tahu bahwa ilmu agamanya kurang tetapi tidak ada usaha untuk meningkatkan itu. Selain itu pergaulan-pergaulan siwa-siswi kurang baik terlihat bahwa mereka mudah sekali terbawa oleh  ajakan-ajakan yang kurang baik. Contoh seperti terjadinya tawuran yang didalammnya terlibat siswa SMAN 1 Cigombong dan kegiatan kriminal lainnya.

Namun lain lagi menurut pandangan dan pendapat Lilis Sumarni selaku ketua ANNISA, bahwa kurangnya antusias siswa-siswi dalam Penanaman Budaya Islami di Sekolah sebagai sarana peningkatan keimanan dan ketaqwaan di pengaruhi oleh beberapa faktor salah satunya yaitu remaja sekarang lebih menyukai dan mementingkan hal yang asyik yang menyangkut Fun, Food dan Fashion. Dan kurang mengertinya siswa-siswi SMAN 1 Cigombong akan manfaat dari kegiatan penanaman budaya islami di sekolah.

BAB IV

PENINGKATAN KEIMANAN DAN KETAQWAAN

PESERTA DIDIK SMAN 1 CIGOMBONG MELALUI PENANAMAN BUDAYA ISLAMI DISEKOLAH SERTA DAMPAKNYA UNTUK SELURUH SISWA

 

 

Dalam upaya mengatasi masalah ini dari setiap narasumber juga telah mempunyai cara untuk mengatasi masalah ini menurut mereka.

Menurut Bpk. Syihabudin cara mengatasi masalah kurangnya antusias siswa-siswi SMAN 1 Cigomobong dalam penanaman budaya islami di sekolah yang di dalamnya mencakup seperti infak Jum’at, anjuran busana muslim-muslimah, pengajian remaja mesjid, solat Jum’at dll, yang merupakan sarana untuk peningkatan keimanan dan ketaqwaan. Yaitu :

1.    Perananan guru agama.

2.    Penambahan nilai plus bagi para siswa yang mengikuti kegiatan ini.

3.    Pemberian motivasi dari kaka kelas kepada adik-adik kelasnya

Dari Bpk. Ijen Zainal A. Menurut beliau cara mengatasi masalah ini yaitu:

1.    Menganjurkan agar semua siswa dapat mengikuti program atau kegiatan penanaman budaya islami disekolah.

2.    Pemberian penghargaan bagi siswa yang mengikuti kegiatan ini dan penambahan nilai plus khususnya di bidang Pendidikan Agama Islam (PAI).

3.    Meminta kepada sekolah untuk menghidupkan suasana keagamaan, seperti infak hari jum’at, menganjurkan busana muslim-muslimah, solat jum’at di sekolah yang mana ini merupakan salah satu ikhtiar untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan.

Lalu Menurut M. Aldy Kandias selaku ketua IREMA cara mengatasi masalah ini :

1.    Dari pengurus harus bisa membuat suasana yang dapat membuat antusias siswa-siswi mengikuti kegiatan penanaman budaya islami disekolah.

2.    Membuat sminar atau tabligh yang melibatkan semua siswa dan siswi yang mudah-mudahan menjadi renungan dan dapat pula meningkatkan IMTAQ.

3.    Himbauan dan ajakan dari setiap guru kepada siswa-siswi akan pentingnya kegiatan ini.

Dan juga cara mengatasi masalah ini menurut Lilis Sumarni selaku ketua ANNISA yaitu:

1.    Perlunya kerjasama yang lebih baik dari pihak sekolah dengan pengurus-pengurus di bawahnya.

2.    Pembatasan pergaulan siswa dan siswi SMAN 1 Cigombong.

                                            

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

 

 

 

A.   Kesimpulan

Dari hasil penelitian dapat disimpulkan Tingkat keimanan dan ketaqwaan Peserta Didik SMAN 1 Cigombong masih sangat kurang dan bahwa kurangnya antusias siswa-siswi SMAN 1 Cigombong dalam Penanaman Budaya Islami di Sekolah sebagai sarana Peningkatan Keimanan dan Ketaqwaan di pengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya :

Menurut Bpk Syihabudin :

1.    Siswa belum mendapatkan artinya kebenaran tentang infak bahkan semua kegiatan keagamaan,

2.    Sebagian siswa merasa terpaksa bila berinfak walaupun ini sarana peningkatan keimanan dan ketaqwaan.

3.    Kurangnya motivasi yang menarik antusias siswa.

Menurut Bpk. Ijen Zainal A. :

1.    Kurangnya minat siwa di bidang ini.

2.    Sibuknya siswa mengikuti kegiatan yang lain.

3.    Tidak ada kebijakan politis / peraturan yang mewajibkan siswa mengikuti semua kegiatan itu.

Menurut Aldy Kandias (Ketua IREMA) :

1.    Kesadaran akan ilmu agamanya kurang.

2.    Mudah terbawa pengaruh orang lain yang tidak baik.

Menurut Lilis Sumarni (Ketua ANNISA) :

1.    Remaja sekarang lebih menyukai ha-hal yang asyik yang mencakup Fun, Food dan Fashion.

2.    Kurang pahamnya akan manfaat yang akan dirasakan.

Adapun cara mengatasinya :

Menurut Bpk Syihabudin :

1.    Perananan guru agama.

2.    Penambahan nilai plus bagi para siswa yang mengikuti kegiatan ini.

3.    Pemberian motivasi dari kaka kelas kepada adik-adik kelasnya

Menurut Bpk. Ijen Zainal A. :

1.    Menganjurkan agar semua siswa dapat mengikuti program atau kegiatan penanaman budaya islami disekolah.

2.    Pemberian penghargaan bagi siswa yang mengikuti kegiatan ini dan penambahan nilai plus khususnya di bidang Pendidikan Agama Islam (PAI).

3.    Meminta kepada sekolah untuk menghidupkan suasana keagamaan.

Menurut Aldy Kandias (Ketua IREMA) :

1.    Himbauan dan ajakan dari setiap guru kepada siswa-siswi akan pentingnya kegiatan ini.

Menurut Lilis Sumarni (Ketua ANNISA) :

1.    Pembatasan pergaulan siswa dan siswi SMAN 1 Cigombong.

B.   Saran

1.    Pihak sekolah harus terus menghidupkan suasana keagamaan dengan membangun sarana dan prasarana yang menunjang dan dapat memotivasi siswa-siswi untuk terus menanamkan budaya islami disekolah. Dan juga program atau kegiatan-kegiatan yang lain dapat ter realisasikan dengan baik.

2.    Membuat peraturan yang tegas sehingga siswa-siswi tidak menganggap biasa-biasa saja akan kegiatan penanaman budaya islami disekolah, dan memberikan sebuah sanksi yang sifatnya membangun dan mendidik.


DAFTAR PUSTAKA


http://www.theklc.com/ (di unduh pada tanggal 15 Februari 2011)

http://tafany.wordpress.com/2009/04/01/iman-takwa/ (di unduh pada tanggal 15 Februari 2011)

Copyright : Abdul Hamid

3 thoughts on “Laporan Sosiologi Penelitian Sederhana

  1. bagas mengatakan:

    bagus pak ,,sangat berguna buat saya ,,terima kasih😀

  2. nabielalala mengatakan:

    izin copas untuk panduan penelitian.. terimakasi..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s